Lebih Baik Mana Protein Hewani Atau Nabati?

2 min read

Image source : https://www.freepik.com/free-photo/legumes-broccoli-fruit-salmon-placed-black-cement-floor_6446012.htm#page=1&query=protein&position=4

Tubuh memerlukan asupan nutrisi serta gizi untuk pertumbuhan dan tetap sehat. Salah satu yang terpenting adalah protein yang berguna untuk membentuk jaringan dan sel, memperbaiki sel-sel rusak dan berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Sedikitnya 20% tubuh terbentuk dengan protein. Rasio yang disarankan untuk mengonsumsi protein adalah sebanyak 0.8 gram / setiap kilogram berat badan.

Sumber protein terbagi menjadi dua macam yaitu protein hewani; adalah protein yang didapat dari hewan dan protein nabati; yang didapat dari tumbuh-tumbuhan. Pada keduanya terdapat kandungan asam amino yang merupakan senyawa pembentukan protein. 

Perbedaan mendasar antara protein hewani dan protein nabati

  1. Perbandingan banyaknya asam amino 

Untuk mendapatkan asupan makanan berupa protein yang baik, kamu harus dapat memilih dari makanan-makanan yang menjadi sumber protein. 

Perbedaan mendasar dari dua protein tersebut yaitu kandungan asam aminonya.  Terdapat banyak macam jenis asam amino ; setidaknya ada 20 macam asam amino yang 11 di antaranya dapat diproduksi oleh tubuh; diperlukan oleh tubuh. Sekalipun tubuh dapat menghasilkan asam amino non – esensial, kita tetap memerlukan asam amino esensial yang berasal dari makanan yang dimakan.

Pada protein hewani, jumlah asam amino esensial cenderung lebih lengkap dibanding pada protein nabati. Kadar asam amino lisin, metionin dan triptofan yang rendah dimiliki oleh protein nabati. Bahkan beberapa tumbuhan hanya memiliki dua jenis asam amino. 

Pada beberapa tumbuhan memiliki asam amino yang lengkap sebagai pembentuk protein. Contohnya ada pada buckwheat dan quinoa. Agar dapat mendapatkan asam amino yang lengkap dengan cara mencampurkan berbagai macam sayuran. 

Asam amino yang terdapat pada protein nabati lebih lama dicerna dan digunakan di dalam tubuh dibanding yang terdapat pada protein hewani

  1. Penyerapan oleh tubuh 

protein hewani dapat diserap oleh tubuh sebanyak 90% sedangkan protein nabati mampu diserap tubuh sebanyak antara 60 – 70%. 

Apa saja perbedaan kandungan nutrisi yang ada pada protein hewani dan protein nabati

Kandungan nutrisi pada protein nabati juga tidak selengkap pada protein hewani, antara lain:

  1. Zinc: zinc yang ada pada protein hewani lebih mudah digunakan dan diserap oleh tubuh. Nutrisi ini biasanya terdapat pada daging sapi, kambing dan babi.
  2. Vitamin B12: terdapat pada hasil olahan susu, ikan dan daging unggas.
  3. Heme-Iron: ada pada jenis daging-dagingan. Terutama pada semua daging merah
  4. Docosahexaenoic acid (DHA): terdapat pada ikan yang berlemak. DHA adalah asam lemak omega 3 yang sangat diperlukan untuk kesehatan otak
  5. Vitamin D: ditemukan pada telur, semua hasil olahan susu dan minyak ikan

Resiko penyakit stroke dan jantung dipercaya dapat dihindari dengan banyak mengkonsumsi lemak sehat yang ada pada ikan berlemak dan protein yang terdapat pada telur bisa membuat kamu merasa kenyang.

Tetapi kamu harus berhati-hati untuk mengkonsumsi daging merah yang sudah diolah karena bisa menyebabkan kamu beresiko terkena stroke dan jantung yang berujung pada kematian.

Manakah yang lebih baik di konsumsi? Protein hewani atau protein nabati?

Jika dilihat pada perbandingan diatas, protein hewani  lebih baik karena mengandung asam amino yang lengkap, mudah diserap dan dipergunakan oleh tubuh serta kandungan nutrisinya lebih banyak dari pada protein nabati. Tapi sesungguhnya tidak tepat dikatakan  bahwa protein hewani lebih unggul dan kamu harus mengkonsumsi hanya protein hewani. Karena masing-masing protein memiliki kekhasannya sendiri-sendiri. Kamu hanya perlu mengkombinasikan sesuai kebutuhan.

Dan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dan gizi tubuh harus didapat dari berbagai sumber makanan yang sehat.

Read More!

Related Posts

Tetap Fit Walaupun Sibuk Menjaga Buah Hati

2 min read Menjaga kesehatan tubuh agar tetap fit merupakan suatu hal yang sulit untuk dilakukan apabila tidak diterapkan secara rutin. Nah, apalagi kalau menjadi seorang ibu, yang